Halooooo……haii….hiii…..horeee…(loh, kok hore??), hehe, perkenalkan. Nama gue Suzana. Jangan kaget dulu, Gue bukannya Suzana yang nge-trend dengan film-nya “Sundal Bolong” tapi, gue neh Suzana yang lebih suka make’ “Sendal Bolong” yang ada gambar shinchannya. Itu terlihat manis sekali menurut gue. Gue juga pemalu dan sedikit malu-maluin. Gue juga ngefans berat ma MUSE band asal Devon , UK . Sampe-sampe gue pernah mimpiin mereka ngasih tiket gratis ke gue buat di tonton. Eh, gue malah kebangun. Alhasil, seharian ga mau makan cuman gara-gara mimpi gue gag tuntas.
Dalam hal panggil memanggil nama. Jujur, nama Suzana sedikit menjadi cambukan bagi seorang wanita yang sedikit tidak populer ini. Hal ini di sebabkan beberapa fakta, yaitu : 1) Saat gue nyebut nama gue, orang di sekitar pada berbisik “hihihi….” Dengan tampang merinding plus horor “suzana bangkit kembali”. Dan itu terjadi tidak sekali dalam hidup gue. 2) Jadi bahan ejekan. Yaiyalah masa yaiya dong. Duren aja di belah. Masa’ di bedong. 3) Jadi nervouse kemana-mana. (Emang gue anaknya gag suka kemana-mana. Dari pada jalan-jalan gak jelas menurut gue mending duduk di kamar sambil ngedengerin lagu dengan Volume diatas Standar.Kecuali nama gue jadi Lady Gaga. Gue pasti rajin keluar rumah sambil bawa kucing gue yang gue taruh di dalam tas. Itu kan Paris Hilton)
Lama kelamaan entah kenapa nama panggilan gue diganti menjadi “Suzy”. Hanya karena teman-teman sekelas waktu di SMA menjadi korban reality show CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) yang gak sengaja ditonton pada hari yang sama oleh hampir sebagian anak kelas, dan tanpa sengaja juga , gue dan teman kosan gua nonton karena perempuan yang bernama Susy-nya dan pasangan CLBK-nya menari-nari karena diputarin lagu dangdut sama panitia. Lumayan buat bahan lucu-lucuan di sekolah besok bareng teman-teman tanpa tau sang takdir yang kebetulan lewat di depan rumah nyangkut dan ngintip kelakuan gue ma temen-temen yang melongo di depan tipi sambil merubah ketakdiran yang di takdirin ke gue, susah banget ngomongnya.
Yup, Sampai dimana adegan yang mudah ketebak, mereka berdua duduk berhadapan dan sang Cowok mengutarakan perasaannya kepada sang mantan yang bernama Susy itu untuk ngajak balikan. Di sini gue kenaknya. Susy dengan tampang sedikit kecenya menutup cerocosan cowoknya dengan satu jari telunjuk tepat di bibir sang cowok sambil berkata “aku juga cinta kamu”. Tidak ada feeling buruk apapun pada saat itu.
Besoknya pas jam istirahat, adalah saat yang asik buat menggosip. Apa lagi sebagian dari isi kelas adalah siswi cewek . beberapa siswi cewek duduk mengitari meja yang biasa jadi base camp buat ngumpul pada jam istirahat. gue pun ikut didalamnya. Gossip yang di mulai dari guru, junior-junior kelas satu dan senior kelas tiga yang sedikit berulah sampai ke artis tanah air yang berulah semakin hari semakin menggila gak tau buntungnya.
Sampai saatnya kita-kita ngomongin acara Reality Show kemarin. Teman gue si Elda memulai.
“ eh, reality show kemaren nonton gak.” Ungkap dia “ jijay banget pesertanya” sambungya sambil ketawa “hihihihihihi…..”.
“iya. Apa lagi saat adegan menari dangdutnya…” tambah Ika yang duduk di samping Elda .
Gue menyela “ooow… ada lagi.”
Dengan bergairah untuk menggosip hari itu, gue naruh tangan gue ke mulut teman gue yang ikut menggosip sambil berkata “ aku juga cinta kamu” .
Gue dan teman-teman ketawa seindah mungkin.
“ kayaknya lo cocok jadi Susy deh.” Kata teman gue dari tawanya.
“iya cocok”
“Eit” suara gue macet.
“betul-betul” sambung teman gue yang lainnya.
Si Elda memberi pendapat “nama lo kan hampir mirib neh, gimana kalo lo di panggil Susy aja, setuju?”
“Setuju” saut yang lainnya
Gue diam
“enak aja.” Merasa tidak percaya. “ Gua gak mau di samain dengan dia.”
Biasanya para penjahat di film-film kebanyakan pasti mendapat adegan dimana senjata yang di bikin sedemikian rupa buat ngehabisin orang baik malah berbalik ke penjahatnya lagi. Atau dengan bahasa kerennya “Senjata Makan Tuan” dan orang baiklah yang menang. Dalam versi gue, saat ini gue menjadi orang baik yang mempunyai pasukan cecak yang bertugas menebarkan tahi cicak ke para penjahat tapi malah kejatuhan tepat di kepala gue. dan gue gag berkutik lagi. Akhirnya si penjahat yang menang dan si cicak tersebut di rekrut menjadi anggota Trio Macan.
“Gue gag terima, ah . kok gue di samain dengan dia. Gak mau…” Bela gue. apa perlu gue potong kepala lo lo pada biar nama gue makin di jelas tanpa ada perubahan EYD sedikitpun. Tentunya, Gue ngerocos dalam hati
Dengan mulut masih ketawa ada yang sempat ngomong “ Gak usah Susy, Kita panggil Suzy aja biar lebih keren”
Simple sekali pemikiran teman-temanku ini. Susy yang huruf ketiganya “S” diganti “Z”. dengan alasan lebih keren. Bagaimana dengan nama pak Bush yang huruf “B” nya di ganti jadi “H” dan hasilnya “Hush” itupun bacanya di perpanjang harkatnya menjadi “Huuussshhh” yang merupakan bunyi dari suatu gas yang di keluarkan dari bagian bawah tubuh manusia yang bisa memberikan aroma pafrum eksklusif khusus untuk mengusir tuyul yang mau mencuri duit orang-orang kaya.
“ngaco ah. Apa pentingnya cob…”
“eit, lo mau kita panggil Suzana terusan”. potong Winda, gue gag sempat membela.
“lo mau suasana di sekitar lo berbau horor terus-terusan??? Gag bosan apa? Hah!!!” dengan aura sedikit mengancam, penjelasan Winda cukup membuat bulu kunduk gue merinding. Walaupun waktu itu siang hari. Kok, rasanya sudah menjadi tengah malam. Menakutkan. Pikir gue. tapi gue belum terima.
“trus ngapa donk harus suzy. Lidah gue kelu manggilnya.” Jawab gue, dengan polos.
“ngapain juga lo manggil-manggil nama lo. Kan kita-kita yang manggil. Anggap aja neh nama keberuntungan.”.
Gue diam lagi.
“udah deh, lo terima aja. Mulai besok dan seterusnya nama lo kita panggil SUZY, kan kerenan daripada harus Su…..heeh…takut gua”.
Entah kenapa gue ngerasa shock .
Teman-teman khusus di kelas gue cukup aneh. Apalagi yang ceweknya. Punya bermacam-macam hobi. Salah satunya ini, memberi nama manja kepada teman-teman lain yang di rasa aneh bila di panggil. Boleh di katakana seperti panggilang sayang sang pacar kepada pacarnya. Contohnya si cowok A manggil ceweknya si B “ Mimi” begitu juga sebaliknya. Si cewek B manggil pacarnya si cowok A “ Pipi” .
Hampir sama dengan Rezim Nazi yang keras. Apabila ada nama anak-anak kelas yang kurang pantas di dengar, mereka dengan mudahnya mengubah nama seseorang tanpa menghiraukan si pemilik nama. Misalnya saja si pemilik nama yang bernama asli Balkis, malahan di panggil “Achis”. Dari mana panggilan itu menjadi misteri bersama. Dan si pemilik nama sepertinya Enjoy saja dengan panggilan barunya. Mungkin menurutnya “Buang Sial”.
Lah gue, sebenarnya gue juga kurang srek dengan nama gue. hal yang ingin gue tanyain ke nyokap tapi gag kesampaian. Apakah nama gue itu mempuanyai arti yang berharga sperti kebanyakan orang. Karena yang gue tau nama gue itu memberi sedikit kengerian kepada orang yang mengetahuinya. Gue bukanlah orang yang suka memperpanjag masalah . walaupun itu memberatkan gue, tapi gue gag ambil pusing. Seperti nasehat teman gue “Toh hidup sudah susah, jangan di bikin semakin susah”. Dengan logat jawanya yang medok.
Dengan tampang malas-malasan gue menyetujui usulan mereka.
“ya udah terserah. Panggil aja gue Suzy. Tapi jangan panggil gue Susy. Gue gag suka.”
Selanjutnya. Setelah kejadian Reality show yang gag sengaja gue tonton bareng teman kosan, dan dengan alasan yang sesederhana dan sedikit mengancam , hidup gue jadi sedikit berubah. Ya berubah dong. Karena bayang-bayang horror sedikit menjauh dari hidup gue. Terlebih lagi gue mulai merasa nyaman dengan panggilan baru gue. gue dapet cowok tajir yang ngantar jemput gue tiap hari ke sekolah. Ni, pacar apa supir taksi?. Never mind ,Yang pastinya gue jadi menyukai mana baru gue.
So…bagi kalian yang mempunyai teman yang seperti ini, sedikit berhati-hatilah. Sedikit kesalahan yang tidak sengaja kalian buat bisa saja merubah nasib kalian hampir seumur hidup . seandainya kalian ingin memperbaiki nama kalian menjadi semula tanpa ada penambahan dan pengurangan sedikitpun silahkan potong kambing lagi. Kalo perlu bawa sekalian kepala orang yang merusak nama baik kalian. ( Dengan tampang horror habis nonton Rumah Dara).
Kikikik……
Sekian…